Minggu, 02 Januari 2022

FUNGSI DAN PERSAMAAN NON LINEAR

 Fungsi dan persmaan non linear



A.  Kuadrat


Fungsi kuaFungsdrat atau fungsi berderajat dua ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat dua. Mengingat pangkat dua dalam persamaan kuadrat sesungguhnya dapat terletak pada baik variable x maupun variable y, bahkan pada suku xy(jika ada) maka bentuk yang lebih umum untuk suatu persamaan kuadrat ialah:


      Lingkaran


Bentuk Umum persamaan lingkaran ialah : ax2 + by2 + cx + dy + e = 0


Jika i dan j masing-masing adalah jarak pusat lingkaran terhadap sumbu vertikal y dan sumbu horizontal x, sedangkan r adalah jari-jari lingkaran, maka persamaan baku lingkaran menjadi : ( x – i )2 + ( y – j )2 = r2 , dengan       Parabola


Bentuk umum persamaan parabola adalah :


y = ax2 + bx + c, jika sumbu simetri sejajar sumbu vertical


atau


x = ay2 +by +c, jika sumbu simetri sejajar sumbu horisontal


 


A.    Penerapan Ekonomi


 


1.      Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar


Selain berbentuk fungsi linier, permintaan dan penawaran dapat pula berbentuk fungsi non linier. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran yang kuadratik dapat berupa potongan lingkaran, potongan elips, potongan hiperbola maupun potongan parabola. Cara menganalisis keseimbangan pasar untuk permintaan dan penawaran yang non linier sama seperti halnya dalam kasus yang linier. Keseimbangan pasar ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs, pada perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran.


 


Keseimbangan Pasar:


Qd = Qs


Qd = jumlah permintaan


Qs = jumlah penawaran


E   = titik keseimbangan


Pe  = harga keseimbangan


Qe = jumlah keseimbangan


 


Analisis pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar juga sama seperti pada kondisi linier. Pajak atau subsidi menyebabkan harga jual yang ditawarkan oleh produsen berubah, tercermin oleh berubahnya persamaan penawaran, sehingga harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasarpun berubah. Pajak menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih tinggi dan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit. Sebaliknya subsidi menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih rendah dan jumlah keseimbangan menjadi lebih banyak.


 


Contoh Soal:Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd = 19 – P2 , sedangkan fungsi penawarannya  adalah Qs =  –8 + 2P2 . Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?


 


Jawab :


Keseimbangan Pasar


Qd =     Qs


19 – P2 =  –8 + 2P2


P2 =     9


P  =      3  ≡  Pe


Q             =  19 – P2


                =  19 – 32


Q        =  10   ≡ Qe


           


Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 10,3 )


 


Jika misalnya terhadap barang yang bersangkutan dikenakan pajak spesifik sebesar 1 (rupiah) per unit, maka persamaan penawaran sesudah pengenaan pajak menjadi :


Qs‘ = –8 + 2(P–1)2 = –8 + 2(P2–2P+1) = –6 –4P+ 2P2


Keseimbangan pasar yang baru :


Qd = Qs‘


19 – P2 = –6 – 4P + 2P2


3P2 – 4P – 25 = 0


 


Dengan rumus abc diperoleh P1= 3,63 dan P2 = –2,30, P2 tidak dipakai karena harga negative adalah irrasional.Dengan memasukkan P = 3,63 ke dalam persamaan Qd atau Qs‘ diperoleh Q = 5,82.


Jadi, dengan adanya pajak : Pe‘ = 3,63 dan Qe‘ = 5,82


 Selanjutnya dapat dihitung beban pajak yang menjadi tanggungan konsumen dan produsen per unit barang, serta jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah, masing-masing:


 


tk = Pe‘ – Pe = 3,63 – 3 = 0,63


tp = t – tk = 1 – 0,63 = 0,37


T = Qe‘ x t = 5,82 x 1 = 5,82


2.      Fungsi Biaya


Selain pengertian biaya tetap, biaya variable  dan biaya total, dalam konsep biaya dikenal pula pengertian biaya rata-rata (average cost) dan biaya marjinal (marginal cost). Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk atau keluaran, merupakan hasil bagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang dihasilkan. Adapun biaya marjinal ialah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghsilkan satu unit tambahan produk.


 


Biaya tetap                  : FC = k


Biaya variable             : VC = f(Q) = vQ


Biaya total                   : C = g (Q) = FC + VC = k + vQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS 4